you may e mail the internet site proprietor to let them know you ended up blocked. be sure to include Everything you were carrying out when this webpage came up and the Cloudflare Ray ID discovered at The underside of this page.
Namun, bentuk baru emas ini mengubah konsep klasik soal peran emas sebagai aset yang kebal turbulensi ekonomi. Berbeda dengan saham yang lebih sensitif terhadap akibat gesekan dunia politik atau keuangan.
Meski emas dikenal sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi, kenaikan suku bunga justru dapat mengurangi harga emas hari ini daya tarik logam mulia tersebut karena tidak memberikan imbal hasil.
Dua faktor tersebut menunjukkan adanya peningkatan permintaan yang konsisten, di samping permintaan emas untuk perhiasan dan elektronik yang akan selalu ada.
Sebuah penelitian menyimpulkan alasan mengapa makin banyak negara berkembang yang tak lagi menyimpan kekayaan dalam bentuk mata uang asing.
Misalnya Australia. Negara kanguru ini merupakan produsen emas terbesar ketiga sedunia dengan setidaknya kadar kandungan emas sekitar 19%. Dengan aset ini, Australia akan diuntungkan dari kenaikan harga emas.
Inflasi membuat daya beli uang menurun. Barang dan jasa menjadi lebih mahal, sementara nilai uang kertas semakin tergerus. Dalam kondisi ini, emas sering dipilih sebagai alat lindung nilai karena nilainya cenderung naik seiring meningkatnya inflasi.
KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara personal kepada setiap kontributor.
Kebijakan suku bunga memiliki pengaruh besar terhadap harga emas. Saat suku bunga rendah, instrumen seperti deposito atau obligasi menjadi kurang menarik karena imbal hasilnya kecil. Akibatnya, emas menjadi alternatif investasi yang lebih diminati.
KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara specific kepada setiap kontributor.
Alasan pertama adalah menguatnya ketidakpastian ekonomi akibat kenaikan utang pemerintah. Kondisi ekonomi internasional diperburuk dengan penangguhan sebagian aktivitas pemerintahan AS akibat mandeknya anggaran.
Upaya de-dolarisasi oleh negara-negara berkembang diperkirakan akan terus terjadi. Negara berkembang kini cenderung berpandangan bahwa mata uang negara-negara Barat adalah aset berisiko karena memiliki peluang sanksi keuangan.
Kondisi ini menjadikan emas sebagai komoditas ekspor terpenting kedua setelah bijih besi yang telah menjadi sumber devisa utama bagi Australia.
Peningkatan permintaan dari Rusia dan Cina ditambah dengan geliat investor pada ETF emas menjadi tanda bahwa harga emas akan terus naik.
Karena itu, pelaku pasar kini menaruh perhatian besar pada rangkaian pertemuan lender sentral international yang berlangsung pekan ini. Investor menunggu sinyal mengenai bagaimana para pembuat kebijakan menilai dampak konflik terhadap perekonomian dunia serta arah kebijakan suku bunga ke depan.
Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui System resmi kami.
